Pendekatan Humanis Satgas Yonarmed 12 Kostrad Berbuah Kepercayaan, Warga Perbatasan Serahkan Senjata Api Secara Sukarela
Belu — Upaya pembinaan teritorial yang dilakukan Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad kembali menunjukkan hasil nyata di wilayah perbatasan. Melalui Pos Dafala, personel Satgas menerima penyerahan sukarela satu pucuk senjata api jenis Springfield dari seorang warga Desa Dafala, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Rabu (3/6/2026).
Penyerahan tersebut tidak terjadi dalam ruang yang instan, melainkan merupakan hasil dari proses panjang pendekatan persuasif dan humanis yang selama ini dijalankan personel Satgas di tengah masyarakat. Berbagai kegiatan seperti komunikasi sosial, karya bakti, pelayanan kesehatan, hingga penyuluhan hukum menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dan kepercayaan warga.
Kehadiran Satgas yang konsisten aktif dalam kegiatan kemasyarakatan dinilai telah memberikan rasa aman sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih terbuka antara aparat dan warga di wilayah perbatasan.
Komandan Pos Dafala, Serka Gino Ari Wibowo, menyampaikan apresiasi atas kesadaran masyarakat yang secara sukarela menyerahkan senjata api tersebut. Menurutnya, langkah ini mencerminkan meningkatnya pemahaman hukum serta tumbuhnya kepedulian warga terhadap stabilitas keamanan lingkungan.
Ia menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal penting dalam pelaksanaan tugas Satgas di lapangan. Hubungan yang baik antara aparat dan warga menjadi fondasi utama dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif di wilayah perbatasan.
“Penyerahan ini menunjukkan bahwa komunikasi dan kedekatan yang terbangun selama ini berjalan dengan baik. Kami mengapresiasi sikap warga yang telah menunjukkan kesadaran untuk mendukung terciptanya keamanan bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sinergi antara Satgas dan masyarakat akan terus diperkuat melalui kegiatan-kegiatan teritorial yang bersifat humanis dan menyentuh langsung kebutuhan warga.
Keberhasilan ini menjadi salah satu gambaran efektivitas pendekatan pembinaan teritorial yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pembangunan hubungan sosial yang harmonis antara TNI dan masyarakat.
Dengan terjaganya komunikasi dan kepercayaan yang baik, diharapkan kesadaran hukum masyarakat semakin meningkat sehingga wilayah perbatasan dapat terus berada dalam kondisi aman, tertib, dan stabil.
Keamanan Wilayah Tidak Hanya Dibangun Dengan Kehadiran Aparat, Tetapi Juga Dengan Tumbuhnya Kesadaran dan Kepercayaan Masyarakat.
Romo Kefas








