Pangdivif 3 Kostrad Ingatkan Prajurit Yonif 433, Kehormatan Satuan Dijaga Melalui Disiplin dan Kinerja
Makassar — Kekuatan sebuah satuan militer tidak hanya diukur dari kemampuan tempurnya, tetapi juga dari kualitas disiplin, loyalitas, dan integritas setiap prajurit yang berada di dalamnya. Pesan itulah yang ditekankan Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad, Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto, S.E., M.M., M.Han., saat memberikan pengarahan kepada prajurit Yonif 433/Julu Siri di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan personel sekaligus membangun budaya profesionalisme yang menjadi tuntutan utama bagi setiap prajurit TNI dalam menghadapi perkembangan tantangan tugas yang terus berubah.
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh semangat itu, Pangdivif mengajak seluruh prajurit untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui disiplin, latihan yang berkesinambungan, serta sikap bertanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas.
Menurutnya, disiplin bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan, melainkan cerminan karakter seorang prajurit yang mampu menjaga kehormatan diri, satuan, dan institusi. Oleh karena itu, setiap anggota Yonif 433/Julu Siri diharapkan menjadikan disiplin sebagai bagian dari budaya kerja dan kehidupan sehari-hari.
Selain menyoroti aspek kedisiplinan, Pangdivif juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik dan kesehatan sebagai modal utama dalam mendukung kesiapan operasional satuan. Prajurit yang sehat dan terlatih akan lebih siap menghadapi berbagai penugasan yang membutuhkan ketahanan fisik maupun mental.
Di hadapan para prajurit, Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto turut menekankan pentingnya meningkatkan kemampuan teknis dan taktis secara berkelanjutan. Menurutnya, profesionalisme harus dibangun melalui proses belajar dan latihan yang konsisten agar prajurit mampu menjawab tuntutan tugas yang semakin kompleks.
Tidak kalah penting, faktor keamanan dalam setiap kegiatan juga menjadi perhatian khusus. Pangdivif mengingatkan agar seluruh personel selalu mematuhi prosedur dan mengutamakan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas maupun latihan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan satuan merupakan hasil kerja kolektif seluruh prajurit. Karena itu, semangat kebersamaan, loyalitas, dan jiwa korsa harus terus dipelihara sebagai kekuatan utama dalam menjaga soliditas organisasi.
Pengarahan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara pimpinan dan anggota satuan, sehingga setiap prajurit memahami arah kebijakan serta tanggung jawab yang harus diemban dalam mendukung tugas pokok TNI AD.
Melalui pembinaan yang berkesinambungan, Yonif 433/Julu Siri diharapkan semakin siap menjadi satuan yang profesional, adaptif, dan memiliki daya juang tinggi dalam setiap penugasan yang diberikan negara.
Nama Baik Satuan Tidak Dibangun Dalam Satu Hari, Tetapi Diciptakan Melalui Disiplin, Loyalitas, dan Pengabdian Yang Konsisten Dari Setiap Prajurit.
Romo Kefas








