Polres Tangerang Selatan Respons Cepat Informasi Dugaan Peredaran Obat Ilegal, Penyelidikan Langsung Dijalankan
Tangerang Selatan – Upaya penegakan hukum terhadap dugaan peredaran obat-obatan ilegal di wilayah Tangerang Selatan kembali menjadi perhatian aparat kepolisian. Menindaklanjuti informasi dari awak media, pihak Polres Tangerang Selatan memastikan laporan tersebut segera diteruskan ke satuan kerja dan fungsi terkait untuk dilakukan pendalaman.
Hal itu disampaikan oleh Kasi Humas Polres Tangsel, Ipda Yudi, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (6/6/2026).
“Terkait hal tersebut kami akan sampaikan informasinya ke satker dan satfung yang membidangi,” ujar Ipda Yudi.
Ia menegaskan bahwa setiap informasi yang masuk dari masyarakat maupun media tidak diabaikan, melainkan diproses sesuai mekanisme kepolisian, termasuk melalui langkah penyelidikan dan penegakan hukum bila ditemukan unsur pelanggaran.
“Untuk informasi sudah ditindaklanjuti melalui penyelidikan atau langkah hukumnya, kami akan koordinasi dengan fungsi penegakan hukum untuk menindaklanjuti informasi yang Abang sampaikan,” lanjutnya.
Komitmen Pemberantasan Narkotika dan Obat Ilegal
Lebih jauh, Polres Tangsel menegaskan bahwa upaya pengawasan terhadap peredaran narkotika dan obat-obatan ilegal selama ini terus dilakukan secara berkelanjutan. Hal tersebut dibuktikan dengan sejumlah pengungkapan kasus serta pemusnahan barang bukti yang baru dilakukan beberapa waktu lalu.
“Polres Tangsel baru saja merilis pemusnahan barang bukti narkoba beberapa hari lalu dan juga pengungkapan peredaran obat-obatan di Polsek Curug dengan tiga kasus sekaligus dengan barang bukti yang cukup banyak,” jelasnya.
Ajak Semua Elemen Masyarakat Terlibat
Ipda Yudi juga menekankan bahwa pemberantasan peredaran obat ilegal tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat untuk memutus mata rantai peredaran.
Menurutnya, peran media sangat strategis dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya penggunaan obat-obatan ilegal serta konsekuensi hukumnya.
“Jika masyarakat mengetahui risikonya dan tidak membeli atau mengonsumsi, maka mata rantai peredaran dapat terputus karena tidak ada lagi yang menjual maupun mengedarkan,” ungkapnya.
Selain itu, keluarga juga disebut memiliki peran penting dalam memberikan pengawasan dan edukasi dini kepada anggota keluarga agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan obat-obatan.
Peran lingkungan seperti RT, RW, tokoh masyarakat, hingga perangkat desa/kelurahan juga dinilai krusial dalam memperkuat pengawasan sosial di tingkat akar rumput.
Sinergi Pemerintah dan Aparat
Ia juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dan instansi terkait seperti Satpol PP, Dinas Kesehatan, hingga BPOM dalam melakukan pengawasan serta penindakan terhadap aktivitas yang melanggar ketentuan.
Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk melakukan penegakan hukum sesuai regulasi dan perundang-undangan yang berlaku.
Dorong Pencegahan Lebih Efektif
Menurut Polres Tangsel, pendekatan edukasi dan pencegahan secara masif dinilai lebih efektif dalam jangka panjang dibandingkan hanya mengandalkan penindakan hukum.
“Melibatkan seluruh elemen masyarakat, pemerintahan, dan stakeholder lainnya untuk bersama-sama melakukan sosialisasi akan sangat dimungkinkan membuat pengguna tidak lagi membeli atau mengonsumsi obat-obatan tersebut,” tutupnya.
Dengan langkah respons cepat ini, Polres Tangsel menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan melindungi masyarakat dari ancaman peredaran obat-obatan ilegal, terutama yang menyasar generasi muda.



