Peredaran Obat Keras di Tangsel Jadi Perhatian, Dorongan Pengawasan Ditingkatkan
Tangerang Selatan – Isu pengawasan peredaran obat keras daftar G di wilayah Tangerang Selatan kembali mencuat di tengah masyarakat. Warga menilai perlu adanya peningkatan pengawasan yang lebih terarah untuk mencegah potensi penyalahgunaan obat-obatan yang masuk kategori pengawasan ketat.
Kekhawatiran ini muncul seiring masih adanya dugaan aktivitas peredaran obat yang tidak sesuai ketentuan di beberapa wilayah perkotaan dan permukiman.
Masyarakat Dorong Pengawasan Lebih Terstruktur
Sejumlah warga meminta agar pengawasan tidak hanya dilakukan secara berkala, tetapi juga dibangun dalam sistem yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Hal ini dinilai penting agar setiap potensi pelanggaran dapat segera terdeteksi sejak dini.
Warga juga menekankan pentingnya pemetaan wilayah rawan sebagai langkah antisipasi dalam upaya pencegahan peredaran obat ilegal.
Keterlibatan Lingkungan Dianggap Penting
Peran lingkungan sekitar seperti RT, RW, dan tokoh masyarakat dinilai memiliki peran strategis dalam membantu pengawasan di tingkat paling bawah. Dengan adanya partisipasi aktif masyarakat, proses deteksi dini dapat berjalan lebih efektif.
Masyarakat juga berharap adanya komunikasi yang lebih intens antara warga dan aparat dalam menindaklanjuti setiap laporan yang masuk.
Edukasi dan Sosialisasi Perlu Diperkuat
Selain pengawasan, edukasi kepada masyarakat juga menjadi sorotan penting. Pemahaman mengenai risiko hukum dan kesehatan akibat penyalahgunaan obat keras dinilai masih perlu ditingkatkan secara luas.
Sosialisasi yang menyasar kelompok remaja dan pelajar dianggap menjadi langkah penting dalam pencegahan jangka panjang.
Harapan Penanganan Konsisten
Masyarakat berharap pengawasan dan penindakan terhadap peredaran obat keras dapat dilakukan secara konsisten dan tidak hanya bersifat sementara.
Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi tambahan dari pihak berwenang terkait perkembangan terbaru atas isu tersebut di lapangan.



