Jembatan Peleng Akhiri Ketergantungan Warga pada Sampan, Satgas Pamtas Hadirkan Akses Baru di Perbatasan
Bengkayang – Senyum bahagia terpancar dari wajah warga Dusun Peleng, Desa Sinar Baru, Kecamatan Jagoi Babang, saat untuk pertama kalinya mereka melintasi jembatan yang selama bertahun-tahun hanya menjadi harapan. Kini, perjalanan menuju sekolah, kebun, maupun fasilitas kesehatan tidak lagi harus bergantung pada sampan yang menyeberangi sungai.
Harapan itu terwujud melalui pembangunan Jembatan Peleng yang diinisiasi Satgas Pamtas RI–Malaysia Kalimantan Barat Sektor Barat Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad bersama sejumlah mitra kemanusiaan dan komunitas sosial. Kehadiran jembatan tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan akses transportasi yang lebih aman dan efisien.
Peresmian jembatan berlangsung dalam suasana penuh syukur dan antusiasme masyarakat. Bagi warga setempat, jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung antarwilayah, tetapi simbol perubahan yang akan membawa dampak besar terhadap kehidupan sehari-hari mereka.
Selama bertahun-tahun, anak-anak sekolah harus menyeberangi sungai menggunakan sampan untuk mencapai tempat belajar. Kondisi tersebut sering kali menjadi tantangan, terutama saat debit air meningkat akibat hujan. Kini, akses yang lebih aman telah tersedia dan memberikan rasa tenang bagi para orang tua maupun pelajar.
Selain meresmikan jembatan, Satgas Pamtas bersama para mitra juga menggelar berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Pelayanan kesehatan gratis diberikan kepada warga, sementara anak-anak menerima bantuan perlengkapan sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan di kawasan perbatasan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan sejumlah tokoh publik yang memberikan dukungan terhadap upaya pembangunan di wilayah perbatasan. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan bahwa pembangunan daerah terpencil memerlukan kolaborasi dan kepedulian bersama.
Prosesi penandatanganan prasasti dan pemotongan pita menjadi penanda resmi beroperasinya Jembatan Peleng. Momen itu semakin berkesan ketika masyarakat dan anak-anak sekolah melintasi jembatan untuk pertama kalinya, menandai dimulainya babak baru dalam kehidupan mereka.
Tidak hanya memberikan kemudahan mobilitas, jembatan tersebut juga diperkirakan akan memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat. Dengan akses yang lebih baik, aktivitas ekonomi warga diharapkan semakin berkembang dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga.
Sebagai bagian dari komitmen menjaga lingkungan, kegiatan peresmian juga diisi dengan penanaman puluhan bibit pohon di sekitar kawasan jembatan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan alam sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan di wilayah tersebut.
Kehadiran Jembatan Peleng menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur di daerah perbatasan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Dari sebuah jembatan sederhana, lahir harapan baru, peluang baru, dan masa depan yang lebih baik bagi warga Dusun Peleng.
Bagi masyarakat perbatasan, jembatan ini bukan hanya penghubung dua sisi sungai, tetapi penghubung antara harapan lama dengan masa depan yang lebih cerah.
Jurnalis : Romo Kefas
Editor : Tim Redaksi








