Divif 2 Kostrad Perkuat Budaya Akuntabilitas, Pengelola Anggaran Dibekali Kompetensi dan Integritas
Malang — Pengelolaan anggaran yang profesional menjadi salah satu fondasi utama dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas organisasi. Untuk memastikan setiap program dan kegiatan berjalan sesuai prinsip transparansi serta akuntabilitas, Divisi Infanteri 2 Kostrad terus melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang perencanaan dan keuangan.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Tugas dan Fungsi Satuan Kerja (Satker) Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Markas Divif 2 Kostrad, Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menghadirkan Wakil Asisten Perencanaan Kepala Staf Angkatan Darat (Waasrena Kasad), Brigjen TNI Eko Hariyanto, S.Sos., sebagai pembina dan narasumber utama.
Pelatihan diikuti oleh para pejabat perencanaan, Bintara Pembuat Pembukuan Keuangan (Wabku), serta Juru Bayar dari berbagai satuan jajaran Divif 2 Kostrad yang selama ini menjadi ujung tombak dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban anggaran negara.
Kedatangan Waasrena Kasad disambut langsung Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., bersama Ir Divif 2 Kostrad Brigjen TNI Indra Heri, S.E., serta Asren Divif 2 Kostrad Kolonel Inf Slamet Raharjo, S.Sos., M.Si.
Dalam sambutan Pangdivif yang dibacakan Ir Divif 2 Kostrad, ditegaskan bahwa tuntutan terhadap tata kelola pemerintahan yang baik semakin tinggi seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap penggunaan anggaran negara yang efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, personel yang mengemban tugas di bidang keuangan dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis administrasi, tetapi juga integritas serta pemahaman yang kuat terhadap regulasi dan mekanisme pengelolaan anggaran.
“Setiap proses perencanaan dan penggunaan anggaran harus dilaksanakan secara cermat, transparan, dan sesuai ketentuan. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus mendukung terwujudnya organisasi yang profesional,” ungkapnya.
Sementara itu, Brigjen TNI Eko Hariyanto menekankan bahwa kualitas pengelolaan anggaran menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kinerja organisasi. Ketelitian dalam penyusunan laporan dan kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian dari upaya menjaga kredibilitas institusi.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tugas dan tanggung jawab satuan kerja, pengelolaan administrasi keuangan, hingga strategi meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran di lingkungan TNI AD.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Divif 2 Kostrad dalam membangun sistem tata kelola yang lebih modern, transparan, dan berorientasi pada hasil. Dengan SDM yang kompeten dan berintegritas, pengelolaan anggaran diharapkan mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap keberhasilan tugas pokok satuan.
Kepercayaan Publik Tidak Hanya Dijaga Melalui Kinerja Yang Baik, Tetapi Juga Melalui Tata Kelola Yang Jujur, Transparan, dan Bertanggung Jawab.
Romo Kefas








