Pangkostrad Dorong Yonarmed 6 Kostrad Siap Hadapi Tantangan Perang Berbasis Teknologi
Makassar — Panglima Kostrad Letjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT., menegaskan bahwa prajurit Yonarmed 6 Kostrad harus mampu mengikuti perkembangan teknologi pertahanan modern guna menghadapi tantangan perang masa kini yang semakin kompleks dan berbasis teknologi.
Penegasan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Yonarmed 6 Kostrad di Makassar, Jumat (22/5/2026), dalam rangka pembinaan satuan dan tatap muka bersama prajurit serta anggota Persit Yonarmed 6/Tamarunang.
Dalam arahannya, Pangkostrad menyampaikan bahwa pola peperangan modern terus mengalami perubahan dengan pemanfaatan teknologi canggih, sistem digital, hingga kemampuan tempur yang terintegrasi.
Menurutnya, prajurit artileri medan dituntut tidak hanya menguasai pengoperasian Alutsista, tetapi juga memahami perkembangan teknologi tempur dan mampu beradaptasi dengan dinamika ancaman modern.
“Prajurit harus terus belajar, meningkatkan kemampuan teknis, berpikir taktis, dan mampu bekerja secara profesional dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Pangkostrad.
Sebagai satuan bantuan tempur, Yonarmed memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan operasi melalui ketepatan dan kecepatan bantuan tembakan di medan tugas.
Karena itu, seluruh prajurit diminta terus meningkatkan kemampuan melalui latihan yang serius, terukur, dan berkelanjutan.
Selain peningkatan kemampuan tempur, Pangkostrad juga mengingatkan pentingnya menjaga disiplin dan integritas sebagai prajurit TNI.
Ia meminta seluruh anggota menjauhi berbagai bentuk pelanggaran seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, pinjaman online ilegal, hingga penyalahgunaan media sosial yang dapat merusak nama baik satuan.
Menurutnya, profesionalisme prajurit harus berjalan beriringan dengan moralitas dan loyalitas terhadap institusi.
“Jaga kehormatan diri dan satuan di mana pun berada serta tunjukkan bahwa prajurit Kostrad adalah prajurit yang disiplin dan dicintai rakyat,” tegasnya.
Kepada unsur pimpinan satuan, Pangkostrad juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu menjadi teladan serta hadir dalam pembinaan anggota secara langsung.
Sementara kepada anggota Persit, Pangkostrad menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan kepada prajurit dalam mendukung tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Menurutnya, keluarga yang harmonis menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga semangat dan stabilitas mental prajurit.
Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari komitmen Kostrad dalam membangun sumber daya manusia yang profesional, modern, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas di masa depan.
Adaptasi Teknologi dan Disiplin Menjadi Kunci Kekuatan Prajurit Kostrad di Era Modern.
Romo Kefas



