Perkuat Pengamanan Perbatasan, Satgas Kostrad Latih Prajurit Hadapi Ancaman Drone
Jakarta — Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad terus melakukan pembenahan kemampuan personel guna menghadapi perkembangan ancaman keamanan modern di wilayah perbatasan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui pelatihan Anti Drone bagi prajurit yang bertugas di sektor pengamanan Kalimantan Barat.
Pelatihan tersebut dilaksanakan di wilayah Entikong dengan menghadirkan tim instruktur dari Yonkomlek Puskomlekad. Dalam kegiatan itu, personel Satgas mendapatkan materi tentang pengenalan sistem drone, pola ancaman udara tanpa awak, teknik pengawasan, serta langkah antisipasi terhadap kemungkinan penyalahgunaan teknologi drone di kawasan perbatasan RI–Malaysia.
Sebanyak 24 prajurit mengikuti pembekalan yang dipadukan dengan simulasi lapangan agar personel mampu memahami penerapan teknis dalam situasi operasi sebenarnya.
Selain di Entikong, kegiatan pelatihan juga dilaksanakan di Pantai Temajuk guna memperkuat kesiapan personel yang bertugas di wilayah pesisir perbatasan yang memiliki karakteristik pengamanan berbeda.
Dansatgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad, Letkol Arh Andy Qomarudin, menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan prajurit di lapangan.
“Kami ingin seluruh personel memiliki kesiapan menghadapi ancaman modern, termasuk potensi penyalahgunaan drone yang dapat mengganggu stabilitas keamanan wilayah perbatasan,” ujar Letkol Andy Qomarudin, Kamis, 21 Mei 2026.
Menurutnya, penguasaan kemampuan Anti Drone menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas pengamanan wilayah strategis negara.
Pengamat pertahanan menilai teknologi drone saat ini tidak hanya digunakan untuk kepentingan sipil, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas ilegal lintas negara, sehingga aparat di wilayah perbatasan perlu memiliki kemampuan deteksi dan antisipasi yang baik.
Melalui pelatihan tersebut, Satgas Pamtas diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme, memperkuat kewaspadaan, dan menjaga keamanan wilayah perbatasan RI–Malaysia secara optimal.
Jurnalis: Romo Kefas
Editor: Redaksi Nasional



