FJP2 Bogor Raya Matangkan Persiapan Pelantikan dan Bakti Sosial
Bogor — Forum Jurnalis Peduli Publik (FJP2) kembali menggelar rapat persiapan menjelang pelantikan pengurus serta kegiatan bakti sosial yang direncanakan berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026 mendatang.
Rapat tersebut digelar di kediaman salah satu pengurus dan dihadiri jajaran panitia, pengurus inti, serta sejumlah anggota FJP2 Bogor Raya. Pertemuan berlangsung penuh semangat kebersamaan dengan fokus membahas kesiapan teknis acara, konsep pelantikan, hingga rangkaian kegiatan sosial yang akan dilaksanakan untuk masyarakat.
Ketua FJP2 Bogor Raya, Ade Suhendar menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum memperkuat komitmen organisasi agar semakin hadir dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
“FJP2 harus menjadi wadah yang tidak hanya aktif dalam dunia jurnalistik, tetapi juga mampu menunjukkan kepedulian nyata terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan,” ujar Ade Suhendar dalam rapat tersebut.
Selain agenda pelantikan pengurus, kegiatan bakti sosial menjadi salah satu program utama yang tengah dimatangkan. Sejumlah kegiatan sosial direncanakan akan menyasar masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk nyata kepedulian insan pers terhadap lingkungan sekitar.
Dalam rapat itu, panitia juga membahas pembagian tugas, kesiapan lokasi acara, undangan kepada berbagai elemen masyarakat, hingga teknis pelaksanaan bakti sosial agar kegiatan berjalan tertib dan tepat sasaran.
Suasana rapat berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para pengurus dan anggota menyampaikan berbagai masukan demi suksesnya kegiatan yang diharapkan menjadi momentum mempererat solidaritas antarjurnalis di wilayah Bogor Raya.
FJP2 Bogor Raya optimistis pelantikan dan kegiatan sosial tersebut dapat berjalan lancar serta memberikan dampak positif bagi masyarakat. Organisasi ini juga berharap keberadaannya dapat terus menjadi mitra yang aktif dalam membangun kepedulian sosial, memperkuat kebersamaan, serta menjaga semangat jurnalistik yang humanis dan berpihak kepada kepentingan publik.
Jurnalis: Atma Nurdjati



