Republikorp Gandeng Baykar Kembangkan Pesawat Tempur Nirawak KIZILELMA di Indonesia
ISTANBUL, TÜRKİ — Grup Republikorp bersama perusahaan kedirgantaraan asal Türkiye, Baykar, resmi memperkuat kemitraan strategis melalui penandatanganan kerja sama pengembangan pesawat tempur nirawak Bayraktar KIZILELMA dalam ajang pameran industri pertahanan SAHA 2026 di Istanbul, Mei 2026.
Kesepakatan tersebut menjadi langkah lanjutan dari Joint Venture Agreement (JVA) yang telah dibangun kedua perusahaan sejak 2025. Sebelumnya, kerja sama difokuskan pada pengembangan dan produksi lokal drone Bayraktar TB3 serta AKINCI. Kini, kolaborasi diperluas menuju pengembangan Unmanned Combat Aircraft (UCAV) generasi baru.
Melalui PT Republik Aero Dirgantara, proyek ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas operasional sistem pesawat tempur nirawak Indonesia dengan target implementasi mulai 2028.
Kerja sama mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari transfer teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO), hingga pusat integrasi dan produksi dalam negeri.
Chairman Republikorp Group, Norman Joesoef, menegaskan bahwa kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun fondasi industri pertahanan nasional yang mandiri dan berkelanjutan.
“Kami ingin membangun ekosistem aerospace dan unmanned systems yang kuat di Indonesia. Kolaborasi ini tidak hanya soal pengadaan teknologi, tetapi juga pengembangan kemampuan produksi, riset, dan inovasi pertahanan jangka panjang,” ujar Norman dalam keterangannya.
Sementara itu, CEO Baykar, , menyebut Indonesia sebagai mitra penting dalam pengembangan teknologi pertahanan modern di kawasan Asia.
“Pengembangan Bayraktar KIZILELMA menjadi tonggak baru hubungan strategis Indonesia dan Türkiye di sektor pertahanan,” katanya.
Bayraktar KIZILELMA dikenal sebagai pesawat tempur nirawak bermesin jet dengan kemampuan low-observable atau sulit terdeteksi radar. Platform ini juga dirancang mampu beroperasi dari kapal induk dek pendek dan mendukung operasi tempur modern berbasis jaringan.
Melalui kerja sama tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi pertahanan, tetapi juga terlibat dalam rantai pasok global industri dirgantara dan pengembangan inovasi sistem tempur masa depan.
Tentang Republikorp
Republikorp merupakan perusahaan induk swasta nasional yang bergerak di bidang industri pertahanan dan teknologi strategis. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan kerja sama internasional berbasis transfer teknologi guna mendukung kemandirian alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional.
(Red)
