Nagoya, Jepang — Indonesia kembali menunjukkan pesonanya di panggung internasional melalui gelaran Indonesia Fair 2026 yang berlangsung meriah di Kota Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang, pada 1–3 Mei 2026. Festival tahunan ini sukses menarik perhatian ribuan pengunjung dengan menghadirkan perpaduan budaya, bisnis, hiburan, dan kuliner khas Nusantara dalam satu perhelatan besar.
Sejak hari pertama, kawasan acara dipenuhi antusiasme diaspora Indonesia, warga Jepang, hingga wisatawan mancanegara yang ingin merasakan atmosfer Indonesia di Negeri Sakura. Nuansa merah putih, alunan musik tradisional, hingga aroma kuliner khas Indonesia membuat Nagoya seakan berubah menjadi miniatur Nusantara.
Indonesia Fair 2026 digagas oleh Kinarya bersama komunitas diaspora Indonesia TIG sebagai upaya memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi Indonesia kepada masyarakat Jepang. Acara ini juga mendapat dukungan dari KBRI Tokyo, APEKSI, Be Indonesia, Konsulat Kehormatan RI di Nagoya, serta PPI Nagoya.
Tak hanya menjadi ajang hiburan, kegiatan ini juga membuka peluang kerja sama ekonomi antar kedua negara. Forum bisnis yang berlangsung di Sakae Gas Building mempertemukan pelaku usaha Indonesia dan Jepang untuk membahas pengembangan investasi, UMKM, perdagangan, serta kolaborasi industri kreatif.
Pembukaan resmi Indonesia Fair 2026 dilakukan di Hikari Plaza oleh Wakil Duta Besar RI untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung, bersama Direktur Kinarya Windu Wijaya dan sejumlah pejabat dari Pemerintah Kota Nagoya serta Prefektur Aichi.
Direktur Kinarya, Windu Wijaya, mengatakan bahwa Indonesia Fair bukan hanya sekadar event tahunan, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan emosional diaspora Indonesia dengan budaya Tanah Air.
“Kami ingin menghadirkan Indonesia di tengah masyarakat Jepang sekaligus menjadi ruang temu diaspora agar tetap bangga terhadap identitas budaya bangsa,” ujarnya.
Beragam pertunjukan seni budaya turut memeriahkan acara, mulai dari tari tradisional, musik daerah, pertunjukan modern, hingga kolaborasi budaya Jepang melalui penampilan Oiran yang memukau para pengunjung. Perpaduan budaya dua negara tersebut menjadi simbol eratnya hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang.
Suasana semakin hidup saat panggung hiburan menghadirkan musik dangdut ambyar, penampilan grup band diaspora, hingga bintang tamu Silet Open Up yang sukses membakar semangat penonton pada malam penutupan.
Di sisi lain, area kuliner menjadi salah satu titik paling ramai dikunjungi. Lebih dari 20 tenant makanan Indonesia menawarkan berbagai sajian favorit seperti sate, bakso, nasi Padang, mie ayam, hingga seblak yang menjadi incaran masyarakat Jepang dan pekerja migran Indonesia di Nagoya.
Selain promosi budaya dan kuliner, Indonesia Fair 2026 juga menjadi sarana memperkenalkan produk UMKM dan potensi daerah Indonesia kepada pasar internasional. Berbagai sponsor dan peserta pameran seperti BNI 46, GPPI, Solidaridad, DCOM, SBI Remiten, Rakuten Mobile, hingga Pemerintah Kota Mojokerto turut ambil bagian dalam mendukung suksesnya acara tersebut.
Dengan target lebih dari 10 ribu pengunjung, Indonesia Fair 2026 diharapkan mampu menjadi jembatan promosi budaya dan ekonomi Indonesia di Jepang sekaligus memperkuat hubungan bilateral kedua negara melalui pendekatan masyarakat dan budaya.
Sumber: Yusd
Jurnalis: Romo Kefas
Editor: Tim Redaksi
