Merawat Nilai Luhur di Tengah Zaman Modern, PHIS dan PSMTI Perkuat Persaudaraan Melalui Dialog Spiritual
Jakarta – Di tengah derasnya arus modernisasi yang kerap menggeser nilai-nilai kehidupan, Perkumpulan Hakka Indonesia Sejahtera (PHIS) memilih menghadirkan ruang kontemplasi bagi masyarakat melalui Pengajaran dan Perbincangan Istimewa bersama Yang Mulia Rinchen Orgyen Passang Rinpoche. Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Hakka, Batu Tulis, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026), menjadi momentum untuk menghidupkan kembali pentingnya keseimbangan antara kemajuan zaman dan kedalaman spiritual.
Mengangkat tema “Keseimbangan Nilai-Nilai Kehidupan di Era Modern”, forum tersebut mengajak peserta melihat bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari pencapaian ekonomi maupun sosial, tetapi juga dari kemampuan menjaga integritas, kebijaksanaan, dan kepedulian terhadap sesama.
Dalam pemaparannya, Yang Mulia Rinchen Orgyen Passang Rinpoche menjelaskan bahwa ajaran Buddha mengajarkan keseimbangan hidup melalui praktik kebajikan yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Persembahan kepada Buddha, menurut beliau, bukan sekadar simbol keagamaan, melainkan bentuk latihan batin untuk menumbuhkan rasa syukur, kerendahan hati, serta semangat berbagi kepada orang lain.
Suasana penuh keakraban terasa sejak awal hingga akhir acara. Para peserta mengikuti sesi pengajaran dengan antusias, diselingi dialog yang membahas tantangan kehidupan masyarakat modern, mulai dari tekanan dunia kerja, perubahan sosial, hingga pentingnya menjaga harmoni dalam keluarga dan komunitas.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum PHIS Sugeng Prananto, tokoh nasional Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Rusli Gunawan, Sarpin Lie, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa ruang-ruang dialog lintas organisasi tetap menjadi kekuatan dalam menjaga kebersamaan masyarakat Tionghoa Indonesia.
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) juga memberikan dukungan dengan mengirimkan jajaran pengurus pusat, di antaranya Wakil Ketua Umum Departemen Organisasi, Hukum, HAM dan Advokasi Johnny Situwanda, Wakil Ketua Umum Departemen Koordinasi Marga-Marga Tirtahadi Sendjaja, Dewan Kehormatan Muliawan Jahja, Hendra Yan Chandra, Haryanto Yap, Ketua PSMTI Provinsi DKI Jakarta Suwarno Hardjo Setio, Kepala Departemen Pendidikan Hermanto Yaputra, beserta pengurus lainnya.
Lebih dari sekadar agenda keagamaan, pertemuan ini menjadi refleksi bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa. Ketika nilai-nilai spiritual dipadukan dengan semangat gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial, lahirlah fondasi yang kuat bagi terciptanya masyarakat yang damai dan saling menghormati.
Melalui kegiatan ini, PHIS dan PSMTI menegaskan bahwa persatuan tidak hanya dibangun melalui program-program organisasi, tetapi juga melalui pembentukan karakter, penguatan moral, dan dialog yang terus memupuk rasa saling percaya. Di tengah keberagaman Indonesia, semangat inilah yang menjadi modal penting untuk menjaga harmoni, memperkokoh persaudaraan, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi mendatang.
Jurnalis: Romo Kefas






